Selamat datang di website ini.
Terimakasih saya ucapkan buat anda yang telah menyempatkan diri untuk mengunjungi website ini. Melalui halaman ini saya ingin memperkenalkan diri dan berbagi sedikit cerita dan pengalaman hidup saya dengan anda semua.
Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah banyak menghabiskan waktu untuk mengupulkan dana yang saya sumbangkan kepada beberapa derma/yayasan baik di Inggris maupun di Indonesia.
Disini saya ingin menjelaskan sedikit tentang riwayat hidup saya. Saya lahir dan menghabiskan masa kecil di Sumatra Utara, tepatnya di Dairi, Tanah Batak. Lahir dari orang tua asli suku Batak (Ayah dari marga Sitorus, ibu dari Boru Sirait). Pada saat saya berusia 9 tahun, saya kehilangan ayah tercinta, sehingga saya banyak belajar kehidupan ini dari ibunda almarhum, yang sangat saya sanjung dan cintai dimasa hidupnya. Ibu yang betul-betul tangguh dan mampu membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya, yang jumlahnya sangat besar, saya adalah nomor 10 dalam keluarga.
Setelah lulus SMP dari SMPN Parongil, di Dairi, ibu dan keluarga kita pindah ke Jakarta dengan tujuan agar anak-anaknya bisa melanjutkan sekolah di sekolah menengah atas dan perguruan tiggi. Pada tahun 1984, saya berhasil lulus dari Akademi Bank Indonesia, di Jakarta. Setelah lulus kuliah, saya bertemu dengan seorang pria Inggris, yang kemudian menjadi suami saya hingga sekarang, dan dengan sangat bangga dan bersyukur kepada Allah, kita masih tetap bahagia sekalipun sudah menikah selama 21 tahun, dan tinggal di kota yang penuh rintangan sperti London. Saya mengikuti suami ke Inggris pada tahun 1988 dan menikah di London. Setelah menikah, kami menghabiskan bulan madu di keliling Asia (Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Burma/Mianmar dan India)yang kami langsungkan dari bulan Februari s/d bulan September 1988. Perjalanan yang sangat berkesan dan tak mungkin dilupakan. Kami kembali dari perjalanan keliling Asia pada bulan September 1988 dan terus mendaftarkan untuk kuliah lagi di London. Suami mengikuti kuliah mengambil MA di University of London, saya mengambil kursus-kursus IT dan Bahasa Inggris, di Hammersmith and West London College.
Pada bulan Desember 1989, suami saya ditempatkan bekerja di Muscat, Oman, di Timur Tengah dan kita tinggal berdomisili disana selama 31/2 tahun. Anakku Chris (sekarang sudah berusia 18 tahun) lahir disana. Tinggal di Timur Tengah memberikan saya hikmah dan pengalaman hidup tersendiri, yang sangat berbeda dari Indonesia atau London. Saya masih tetap berharap supaya suatu saat nanti saya akan bisa kembali ke Oman, terutama membawa anak saya kembali ke tanah kelahiranya. Kita kembali ke London pada bulan Juli 1993 dan telah menetap tinggal di kota ini hingga sekarang.
Saya menyadari secara penuh bahwa saya hanyalah orang biasa, tapi saya sangat bangga bahwa Allah telah mencipatakan saya sebagai seseorang yang sangat "hiper aktif/ngga bisa diam" Saya senang menciptakan sesuatu, senang sibuk, apalagi senang membantu orang dan membuat orang bahagia. Buat saya, berhasil membuat seseorang tersenyum dan bahagia memiliki kepuasan dan hikmah tersendiri. Perasaan yang sangat bahagia, sangat susah dijelaskan dengan kata-kata.
Saya juga sangat senang belajar, dan bangga sekali ketika berhasil meraih S2 (MSc) dalam bidang IT Multimedia dari London South Bank University, in 2002. Saat ini juga saya sedang belajar, untuk mendapatkan kwalifikasi dalam bidang managemen, di University of London, Birkbeck College, dengan harapan dan keiginan untuk menyumbangkan ilmu yang saya dapatkan untuk mengembangkan Connect Indonesia - Project Tapanuli. Saya juga berhasil meraih kwalifikasi PRINCE2 dari APM London.
Saya sangat berterimakasih kepada Allah, karena diberikan sifat "hiper-aktif" ini, dan saya juga sangat bangga menjadi seseorang yang cukup "multi-skills". Terus terang, saya tidak memiliki jenjang karir yang istimewa, karena saya lebih cenderung memilih untuk hidup dengan berbagai warna dari pada hidup meniti karir di salah satu kantor saja. Saya percaya bahwa saya dilahirkan bukan untuk memikirkan karir pribadi semata. Saya adalah seorang wanita yang cukup bekerja keras dalam hidup tapi saya berkesimpulan bahwa misi dari hidup saya bukan hanya satu saja yaitu "duduk dikantor meniti karir hingga akhir hayat".
Suamiku sering memberi saya julukan nama sambil bercanda "Jack of all trades, master of none" (ini adalah pepatah Inggris artinya, bisa beraksi dalam banyak bidang, tapi tidak menjadi ahli dari satu bidang). Tapi saya dengan senang hati, membetulkan julukan itu jadi "Jill of all trades, master of everything" (artinya: bisa beraksi dalam banyak bidang dan ahli dalam banyak bidang juga). Saya bisa dan punya pengalaman dalam bekerja di kantor, bisa mengatur orang2 (manage people), bisa mengatur project, bisa bekerja dalam bidang IT secara mahir, comunicator yang sangat confident, fundraiser yang cukup sukses, tukang masak, tukang bikin kue, tukang kebon, tukang/nyemen, ibu rumah tangga dan ibu yang baik, jewellery maker/designer, fotografer, penyanyi dan penulis lagi.
Jadi dunia kita ini penuh dengan hal-hal yang menakjubkan. Tidak ada hukum yang menentukan bahwa kita harus bekerja dalam satu bidang saja, jadi kenapa kita harus membatasi diri untuk menjelajahi banyak bidang? Nikmatilah hidupmu dan lakukanlah sebanyak mungkin, yang penting halal dan tidak merugikan orang lain. Jangan biarkan keingin untuk kaya (capitalism) mengontrol hidup anda. Bagus sekali kalau kita bisa memiliki uang banyak, harta yang berlimpah, tapi bagikanlah sedikit rejeki itu untuk membahagiakan orang lain agar kau lebih bahagia lagi. Bagaimanpun makmurnya hidup kita, harta itu tidak mungkin ada gunanya dibawa kedalam kubur.
Terimakasih atas kesediaan anda untuk membaca halaman ini.
Salam
Nelly Andon (Br-Torus).